Isi Kepala

Hari ini kamar kos saya panas banget tolong. Ga ngerti kenapa kayaknya cuma kamar saya aja yang panasnya luar biasa. Heran. Pokoknya kalo di dalem kamar berasa mendidih. Badan basah, lengket, jadi gerah. Saya jadi ga betah mau ngapa-ngapain di kamar. Sepertinya harus beli kipas (lagi), tapi mikir berkali-kali takut rusak mulu kaya kemaren-kemaren.

Sekarang ini saya lagi di sebuah warung makan. Menunggu pesenan ayam bakar saya. Juga menunggu Siti yang katanya mau minum milk choco caramel yang dari tadi ditungguin di kos tapi gak dateng-dateng.

Ada banyak hal yang lagi sliweran di kepala saya. Tentang diri yang masih belum bisa memulai TA lagi. Masih saja merutuki kesedihan. Tentang orang tua yang menaruh harapan besar. Tetap menunggu dalam kesabaran. Tak pernah sekalipun mendengungkan ketergesaan.

Saya dikejutkan oleh sebuah tepukan di pundak dari arah belakang. Siti sudah datang.

Aku, Dyas dan Ekrar

So this morning Dyas alerted me, “Jangan main hape mulu“, when we have some talks by Line.
Oh no, she actually typed “Jangan main hape mele“. Typo.

Yes, I interact too much with my phone. Just not in the right time.
Your fyp!

Then she told me that Ekrar as the only one to take thesis defense this year.
I could’t say how proud I am of him.

Such a trigger for me to finish my fyp asap.

Dyas, please have a great days ahead on your practical work.
Ekrar, I know your small body contradicts your ability. You will make it, bro. No doubt.
Me, come on!

Welcome July

note: maapin judulnya 😀

Data Representatif

Dear diary,
Hahaha.. astaga.. kata pembuka nya tolooong 😀

Ehem..
Jadi di pagi yang hampir jam 10 ini gua baru aja selesai nyiapin data untuk TA.
Sama sekali bukan waktu yang sebentar (di samping karena kemalasan gua juga).
Perlu diberitahukan kepada saudara saudari semuanya bahwa data yang harus disiapkan tidak sedikit. Why? Kata pembimbing yang di Chevron sih karena topik TA gua ini kan OLAP. Katanya kalo data nya sedikit ya mana kerasa.
Apakah saudara saudari tau berapa banyak data itu? Hmm.. 20.000 data!
Gua waktu itu langsung nolak. Tapi ditolak gantian. Mau gak mau gua ikut.

Sebelumnya sempet ada perdebatan di antara kami berdua karena perbedaan konsep gitu. Dan gua bertahan sama konsep gua, karena kalo gua ngikutin konsep beliau maka gua akan bertambah susah ngerjain TA. Terus gua ditantang untuk nunjukin bentuk real konsep gua itu, yang seharusnya adalah pada 8 Juni kemaren. Dan itu belum terealisasi sampe sekarang.

Untuk keperluan tantangan itu gua dibolehin untuk menggunakan data dengan jumlah yang lebih ‘sedikit’ dulu. Yaitu 3.000 data. Pada saat itu gua pikir gak bakal susah untuk nyiapin 3.000 data. Gua tinggal ambil dari database TA senior sebelumnya dan masalah data selesai. Tapi ternyata NGOK. Database mereka isinya gak lengkap. Bahkan di bagian tabel relasi yang itu adalah amat sangat penting!

Secara menyedihkan gua pun menyadari kalau gua harus buat data sendiri 😦

Jadi, di database itu ada setidaknya 8 tabel. Oke mungkin sebaiknya gua list ya:

  1. Function
  2. Subfunction
  3. Employee
  4. Participant
  5. Assignment
  6. Assignment_history
  7. Training
  8. Training_history

Nah, yang 3.000 data itu adalah data Participant.

Kata senior gak susah lah nyiapin data segitu. Gua pun google sana sini ‘how to generate data dummy‘. Kemudian gua menemukan generatedata.com which is very helpful. Tinggal atur kolom nya apa aja terus langsung bisa download dengan type yang diinginkan. Habis itu bisa langsung import ke database. Dalam sekejap (eh enggak, gua juga harus belajar mayan lama dulu) 3.000 data itu pun selesai.

Pas gua mau nyiapin data di tabel lainnya, yaitu Assignment_history dan Training_history baru gua menyadari bahwa data yang 3.000 tadi itu akan beranak pinak. Karena setiap participant melakukan setidaknya 3 assignment dan bisa lebih kalo untuk training. Sampe sini gua masih merasa aman dan damai karena gua pikir dengan generatedata.com itu semua bukan masalah.

Yes that’s true kalo generatedata.com bisa bikin data mau sebanyak apapun. TAPI… ada hal-hal yang gak bisa dia tangani untuk kasus TA gua. Contoh sederhana misalnya ada kolom start_date dan end_date. Dimana-mana end_date harus lebih besar dari start_date, kan? Nah generatedata.com gak bisa menangani masalah itu. Dan masih banyak lagi hal yang bisa dia tangani.

Gua pun harus memutar badan otak!

Dalam perjalanan gua yang amat panjang dan penuh penderitaan, akhirnya gua menemukan cara yaitu Excel!

Meskipun gak secepat generatedata.com dan mungkin bagaikan pesawat dan jalan kaki ya, tapi gua bersyukur. Dengan Excel gua bisa membuat data sesuai kasus TA gua.

Balik lagi ke data yang ‘sedikit’ itu yang kini berkembang biak dengan mudahnya bagaikan amoeba. Setelah berkembang biak (dan gua lah yang membantu perkembangbiakan itu dengan susah payah), maka dihasilkanlah 5.730 data untuk tabel Assignment_history dan 46.598 data untuk Training_history. Bayangkan saudara-saudara!

Seketika gua gak bisa membayangkan entah akan berapa banyaknya kalau nantinya gua harus menggunakan 20.000 data participant. Sedih banget sih…:(

Dari lubuk hati gua yang paling dalam yang saking dalam nya sampe saat ini belum ada seorang pun yang menemukan, gua berdoa supaya dibolehin pake 3.000 data aja. Ya Allah.. amin.

Btw, sebelum gua akhiri postingan ini, gua belajar banyak hal selama menyiapkan data ini, diantaranya :

  • Sabar. Kita butuh kesabaran yang luar biasa dalam mengerjakan TA. Mungkin TA kita gak mudah, banyak hambatan, tapi apapun itu semua kalo kita sabar dan terus ngerjain, pada akhirnya akan selesai.
    Oke, berarti lu harus lebih sabar lagi karena yang selesai baru data doang!
  • Enjoy.  Suasana hati dan pikiran dan juga fisik harus perlu dikondisikan. Mana bisa kalo kita ngerjakan TA tapi di dalam hati kita ngomel terus. Mana bisa kalo mau ngerjakan TA tapi yang kepikiran adalah nonton, nge-game, twitter-an atau mungkin ngepoin ig orang. Banyak hal yang kita suka yang harus kita tinggalkan dulu supaya TA kita selesai. Sementara aja kok 🙂
  • Sholat dan Doa. Mungkin kita ngerasa TA kita susah banget, kayak kita salah ambil judul terus mikir apa mungkin kita bisa mengerjakannya, ketakutan, atau mungkin ada yang sampe kepikiran untuk nyerah. Sholat lah. Berdoa. Ngadu sama Allah. Curhatin semuanya. Mudah-mudahan habis itu hati jadi tenang dan semangat lagi.

Oke sekian dulu kisah sedih di masa TA kali ini. Byeeeee…

 

Cemburu (2)

Dulu pernah cemburu di Cemburu, tapi takut

Malam ini aku cemburu lagi. Mereka.. mereka yang sudah beberapa langkah lebih jauh. Ada yang sudah progress hingga sekian persen, hampir jadi, bimbingan pasca proposal lancar jaya. Ada yang sudah seminar hasil dan tinggal satu lagi saja, yaitu sidang akhir.

Saya kapan? 😦

“Udah.. udah! Ayo sekarang kita nge-TA!”

8 June 2015

This morning I wake up with feeling sad and afraid. Today is the day that I must meet my final year project (fyp) facilitator at Chevron Rumbai. It’s been 2 months already since I made appointment to present the progress of my fyp to him. But last night, I texted him asking for a delay as what I am working on is still not working. Fortunately, he replied ok.

It was my fault that I started working on my fyp just one week ago. And I am failed. If only I did it earlier. I can’t think what I had done for the previous 7 weeks. I feel disgrace of my own self for breaking  my promise.

Now, that the deadline of fyp final examination comes closer, my fyp progress is still quite far from done. I am afraid that I will not make it this year 😦