Selamat pagi, November (1)

Sudah sejak 2 hari yang lalu, rasanya ada banyak cerita yang harus saya sempatkan di blog ini. Entah kenapa saya mengatakannya ‘harus’. Mungkin supaya setahun dua tahun atau N tahun kemudian saya bisa tersenyum-senyum saat membaca ulang sambil berkata dalam hati bahwa saya pernah punya beberapa hari seluar biasa hari-hari kemarin itu.

Baiklah, saya akan mulai cerita.

Setiap orang barangkali punya satu atau mungkin banyak hal yang menurutnya cukup hanya dirinya dan Tuhan saja yang perlu tahu. Orang lain tak perlu. Sore itu saya kira menjadi waktu dimana ada satu orang baru yang tahu apa yang sekian lama saya jaga. Saya ketar-ketir kalau boleh jujur. Dia juga pasti sama terkejutnya dengan saya. Saya tak bisa berpikir sikap apa yang harus saya ambil. Saya cuma bisa diam. Tapi dia teman yang baik sekali, melalukan tanpa banyak tanya. Mungkin itu sebabnya kenapa Tuhan mengizinkannya tahu.

Buah tangan, apalagi jika dibawa dari jauh, yang disengajakan untukmu, adakah yang membuatmu merasa lebih istimewa dari hal itu? Saya kira tidak. Bagaimana mungkin ada hal lain lagi yang lebih istimewa jika itu artinya kau adalah orang yang ada dalam pikirannya bahkan saat kau tak membersamainya? Tapi, saya menemukan bentuk lain dari hal tersebut, yang membuat saya merasa sama istimewanya.

Malam itu dua orang adik kelas saya baru saja beberapa hari kembali dari pertukaran pelajar di Singapura. Mereka chat saya sebab katanya kangen. Kemudian meminta saya datang untuk sama-sama menonton basket. Dari detik pertama saya sampai di hall itu sampai waktunya pulang, pertandingan basket itu tak lebih hanya jadi latar saja. Latar untuk cerita-cerita mereka yang mereka ceritakan dengan semangat empat lima. Menjadi tempat untuk bukan hanya cerita bahagia mereka, saya menemukan bentuk lain dimana saya merasa istimewa bagi orang lain.

Advertisements

Gelembung Rindu

Besok pagi mereka akan berangkat. Malam ini hati ku dipenuhi gelembung-gelembung rindu, semua keping-keping kenangan setahun yang lalu datang satu per satu.

Robby, Nico, Ojan, Vanny dan juga Jandi, selamat memulai perjalanan kalian. Apapun yang kalian kerjakan di sana, please do your very best! Jangan takut… Babeh pasti akan menjaga kalian dengan baik.

Kalian semua terima kasih karena membawa semangat di awal Oktober ini. Sisa yang harus ku selesaikan akan aku selesaikan dengan baik.

Juga Jimmy.. thanks a lot for being there, Jim. It is all possible to do just like you said, isn’t it?