Menyapa Negeriku (1)

(Sumber: dikti.go.id)

(Sumber: dikti.go.id)

Meski baru sekedar mendengar cerita dari para pembicara langsung atau pun dari berbagai social media, saya kerap kali terkagum-kagum dengan para sarjana yang mau mengabdikan dirinya ke pelosok-pelosok negeri. Berbekal sarjana, mengapa perlu repot-repot ke daerah-daerah terpencil, bersusah-susah dalam kehidupan tanpa listrik, tanpa mall, tanpa sinyal dan segala macam?

Pagi itu, seorang pengajar muda program Indonesia Mengajar menjadi pembicara dalam kuliah Kapita Selekta di kampus saya. Beliau adalah seorang sarjana yang jauh-jauh datang dari Jawa Barat untuk mengabdikan diri ke Rupat. Ada banyak cerita luar biasa yang beliau bagi. Bahwa tak selayaknya kita duduk di bangku pendidikan seorang diri saja, menjadi terdidik seorang diri saja, melihat dunia luar seorang diri saja. Ada banyak anak negeri di berbagai daerah pelosok yang harus kita gandeng dan juga rangkul untuk bisa mendapatkan hal serupa melalui diri kita. Terimakasih mbak Naluri, karena sudah menginspirasi saya, menyentil sisi kepedulian saya sebagai seorang insan pelajar.

Kali ini saya memberanikan diri mencoba mengambil kesempatan lewat program Menyapa Negeriku. Saya ingin membagi apa yang saya punya, bahkan meskipun sekedar waktu, kepada anak-anak negeri nun jauh di pelosok sana.

Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, semoga kita berjodoh.