Saat Terpaksa ke Kampus Lagi

Hari ini saya ‘terpaksa’ ke kampus. Sebuah permintaan tolong kemarin menyambangi lewat telepon, meminta saya untuk menjadi MC sebuah acara. Saya tak kuasa menolak. Kebaikan seseorang pada kita acap kali membuat kita sungkan untuk mengatakan ‘tidak’. Sepertinya membantu kembali adalah cara terbaik untuk membalas kebaikan-kebaikan yang orang lakukan untuk kita.

Sudah berapa lama saya tidak bangun dan mandi sepagi ini?”, tiba-tiba pertanyaan ini melintas begitu saja di kepala saya saat mandi tadi.

Ah ya, saya terpaksa harus mengetik kata ‘terpaksa’ di awal post ini. Sebab memang saya tidak belum mau mengunjungi kampus untuk saat ini. Kenapa?

Di kampus, ada banyak jalur jalan yang bisa dilalui. Mereka akan memilih jalur paling sepi. Orang-orang yang mereka temui dengan ringan sekali melemparkan basa basi: ucapan selamat, pertanyaan kapan wisuda atau sudah melamar kerja dimana. Mereka memilih senyum seadanya sambil dengan cepat mengeluarkan jawaban-jawaban bohong. Demi menghindari bercerita lebih panjang, mengorek cerita lama, membuat hati makin lara.

Jangan tanyakan apapun tentang kampus pada meraka yang gagal wisuda tepat waktu. Kau tak akan pernah mengerti apa yang  mereka rasakan. Kau juga tak akan pernah tau bagaimana mereka berusaha melawan diri sendiri, menghadapai berbagai tekanan untuk kembali berjuang. Jangan tanyakan apapun pada mereka, kecuali saat mereka telah selesai nanti atau kau boleh bertanya jika kau adalah salah satu dari mereka.

Advertisements