Mengunjungi Masa Kecil

Saya sudah di kos lagi sejak kemarin. Seharian ini saya di kamar saja. Tiba-tiba saya teringat dengan masa-masa kecil saya.

Entah tahun berapa persisnya, saya tidak ingat. Tapi kala itu setiap hari minggu begitu spesial bagi saya. Ah, bukan saya saja, tapi juga anak-anak lainnya di kampung saya. Di kampung kami saat itu televisi adalah barang mahal, hanya keluarga tertentu saja yang memilikinya. Kami yang tidak punya televisi di rumah harus ke rumah tetangga jika ingin menonton. Sebut saja Wak Ganol ataupun Bik  Gonjes. Ke rumah mereka lah kami menonton tv beramai-ramai setiap hari minggu.

Setiap anak sudah mandi dan rapi di minggu pagi. Uang jajan yang saya tak ingat berapa nominalnya pemberian dari orang tua, cukup untuk membeli sebungkus es kecang hijau dan sebungkus mie instan yang dimakan mentah. Kami siap untuk menonton tv ke rumah tetangga.

Sumber: youtube.com

Sumber: youtube.com

Wiro Sableng. Pendekar Naga Geni 212. Ada yang ingat dengan serial ini? Ini lah yang kami tunggu-tunggu setiap hari minggu. Beramai-ramai menonton, terpukau-pukau dengan para pendekar nya yang bisa terbang kesana kemari. Pukulan Matahari, Jurus Kunyuk Melempar Buah, dan sederet jurus-jurus hebat lainnya dengan sinar warna warni.

Rasanya indah sekali masa-masa itu.

Advertisements

Kue Lebaran

Selamat pagi dari kampung tercinta yang pagi ini basah tsah! Karena diguyur hujan.

Mungkin postingan ini gak penting. Gua juga sepertinya kurang kerjaan. But, I want to post this. Seperti yang udah gua bilang sebelumnya bahwa kalo lebaran kue di rumah kami adalah kue yang… gak macem-macem alias very very traditional (could I find better words?). So ini adalah penampakan kue-kue itu:

Ini yang namanya kue kembang goyang

Ini yang namanya kue kembang goyang

This is kue bawang

This is kue bawang

Kalo yg ini wajik bandung

Kalo yg ini wajik bandung

Semua org pasti tau ini apa

Semua org pasti tau ini apa

Paling suka sama nastar, dibawain kakak

Paling suka sama nastar, dibawain kakak

Pulang Kampung

Hari ini, di ramadhan yang ke-28 ini, (akhirnya) gua pulang kampung. Kenapa ‘akhirnya’? Bukan. Bukan berarti gua udah nyelesaiin semua urusan terus pulang tanpa beban. Pulang kali ini adalah jeda. Rehat sebentar dari yang namanya invasi TA.

Lebih dari itu, tentu aja gua pulang karena lusa lebaran. Betapa menyedihkan sekali kalo lebaran Idul Fitri tapi gua gak pulang alias di kosan. Ah, hidup gua gak semenyedihkan itu.

Btw, gua pulang kali ini satu travel sama temen gua, Fariz. Terus di dalem mobil travel bau nya gak enak. Semacam bau kaos kaki yg bikin gua mual. Tapi, ternyata itu bukan bau kaos kaki. Melainkan stroberi! Di bagian belakang mobil ada stroberi berkardus-kardus. Serius stroberi kayak gitu bau nya?

Then, di mobil travel ini juga ada Habib. Siapakah dia?

Duduk di kursi depan tapi selalu ngintip2 ke belakang. Kalo diajakin main malah diem aja. Sok stay cool gitu.

IMG_20150715_150722

Intip-intip Om ganteng di belakang ah!

Finally he smile at me.

IMG_20150715_150243

Hai! Nama ku Habib, Umur ku 10 bulan.

Kapan pulang?

Sudah lama tak pulang ke kampung. Sampai-sampai, mamak berulang kali menelepon dan mengirimi sms. Alvin, keponakan saya yang belum genap berusia 4 tahun, bahkan meminta mamaknya untuk menelepon saya. Menanyai kapan saya pulang.

Sudah sekitar 6 bulan saya tak pernah pulang. Waktu terlama selama saya nge-kos. Bukan apa-apa, hanya disibukkan oleh urusan-urusan mahasiswa tingkat akhir. Mencari judul tugas akhir (TA), mengerjakan proposal, sidang proposal dan revisi proposal.

Rumah. Sungguh saya sangat rindu ingin pulang. Terlalu lama di luaran membuat saya sadar, bahwa tak ada tempat selain rumah yang bisa membuat kita betah untuk tetap tinggal. Apalagi segala urusan TA terasa cukup melelahkan, badan dan pikiran.

Yah, Mak… revisi proposal sudah selesai 2 hari yang lalu. Saat ini tinggal sedikit saja lagi yang menghambat aku untuk¬†pulang ke rumah. Aku akan segera pulang.