Kue Lebaran

Selamat pagi dari kampung tercinta yang pagi ini basah tsah! Karena diguyur hujan.

Mungkin postingan ini gak penting. Gua juga sepertinya kurang kerjaan. But, I want to post this. Seperti yang udah gua bilang sebelumnya bahwa kalo lebaran kue di rumah kami adalah kue yang… gak macem-macem alias very very traditional (could I find better words?). So ini adalah penampakan kue-kue itu:

Ini yang namanya kue kembang goyang

Ini yang namanya kue kembang goyang

This is kue bawang

This is kue bawang

Kalo yg ini wajik bandung

Kalo yg ini wajik bandung

Semua org pasti tau ini apa

Semua org pasti tau ini apa

Paling suka sama nastar, dibawain kakak

Paling suka sama nastar, dibawain kakak

2019

Sebenernya barusan mau ke warung buat beli nasi, tapi tetiba hujan. Udah ganti baju padahal. Terus denger suara hujan. Saya keluar kamar, ke depan, ke suatu tempat yang katakanlah balkon walau sebenernya itu tempat jemur baju di kosan saya. Dan yup bener sekali : hujan. Langit juga gelap. Disertai angin lebat juga. Harus seneng atau sedih ya? Seneng aja deh. Jadi, punya alasan kalo besok ditanya kenapa malam tahun baru gak kemana-mana. 🙂

Eh, kenapa malah jadi cerita itu? Karena setelah itu saya balik lagi ke kamar dan balik laptop-an lagi dan mengilhami postingan ini.

Saya tetiba kepikiran sebuah surat. Ya, sebuah surat dari temen saya, si Nurjem. Jadi doi pernah kasih surat, bukan kirim loh ya. Saya pernah ceritain di sini : Surat dari Seorang Sahabat (1). Entah kenapa hujan yang lagi turun sekarang ini mengingatkan saya akan sebuah kata di surat itu : TOKYO.

Hujan dan Tokyo. Seketika saya membayangkan diri saya berada disana, menikmati hujan di Tokyo. Berdiri di seberang jendela, berteduh di tepian toko-toko, duduk menunggu di sebuah halte bus.
Membayangkannya saja sudah merupakan nikmat Allah yang luar biasa.

Kalau tidak salah ingat, saya memang pernah bercerita ke Nurjem. Saya tidak ingat betul seperti apa persisnya. Tapi, saya bilang, jika saya ditanya negara mana yang ingin sekali saya kunjungi maka itu adalah Jepang.

Pada postingan kali ini, saya dedikasikan khusus untuk sebuah mimpi saya. Mimpi-mimpi yang akan berusaha saya wujudkan dalam waktu mundur menuju 2019. Saat itu saya tahu betul saya akan berdiri sebagai seorang lelaki berusia 27 tahun.

#1   HUJAN & TOKYO (Rabu Petang, 31 Desember 2014)
#2   ???