Bronze Medalist

… everybody tries to win the gold.

But just because you win the bronze, it doesn’t mean your life will be a bronze medal life.

And just because you win the gold, it doesn’t mean your life will be a gold medal life.

If you try your best and don’t give up, your life itself will be a gold medal.

That in itself is priceless.

Coach Lee Ji Bong

Coach Lee Ji Bong

Advertisements

Beautiful Day For a Fresh Start

Pagi yang cerah di Pixie Hollow.  Kelas baru saja dimulai.

1

2

Hari ini adalah pelajaran melompat. Fawn si peri hewan sedang mengajari 3 ekor kelinci yang manis dan lucu: Nico, Paige dan Calista.

3

Ah, rupanya pagi-pagi pun kelinci aja udah mulai belajar (motivasi ke diri sendiri, tuh liat tuh!)

4

Nice work, Nico!

5

Perfection, Paige!

6

Oh, Callista, remember it’s hopping. Not walking.

7

Hahahaa. Dasar si Callista. Udah tau pagi ini belajar lompat, kok malah jalan.

Cuplikan di atas diambil dari film yang baru aja saya tonton: “Tinker Bell and The Legend of The Neverbeast“. Baru pertama kali saya nonton serial Tinker Bell. Ternyata bagus ya. Ceritanya, latarnya, animasinya, semuanya bagus. Saya juga suka merhatiin dialognya, sekalian belajar bahasa inggris. Hehe.

Btw, sudah jam 8.23. Mandi ah, terus ngampus.

Olimpiade Indonesia Cerdas (OIC) – Season 2

Selesai sudah gelaran OIC Season 2. Setelah MAN Insan Cendekia Serpong berjaya pada OIC Season 1, laga grand final tadi malam melahirkan juara baru dari tanah pasundan, SMAN 4 Bandung.

Putaran grand final OIC Season 2 mempertemukan tiga tim terkuat, yakni:

  • Tim A: SMAK 7 Penabur Jakarta (Agnes – Timothy – Jennifer)
  • Tim B: SMAN 4 Bandung (Diah – Rifhal – Andrian)
  • Tim C: SMA Kolese Kanisisus Jakarta (Widi – Bimo – Leo)

Ketiga tim harus bermain dalam dua ronde di putaran grand final ini. Tim dengan akumulasi perolehan poin tertinggi dari kedua ronde akan keluar sebagai pemenang.

Round 1

Pada ronde pertama, SMA Kolese Kanisius tampil begitu cemerlang. Terlihat sekali bagaimana Widi, Bimo dan Leo begitu padu membabat setiap soal yang dilontarkan kepada mereka. Rupanya melakoni babak play off telah mengembalikan kepercayaan diri mereka atau bahkan malah jauh lebih percaya diri.

SMAK 7 Penabur dengan punggawanya Agnes, Timothy dan Jennifer sebetulnya berusaha mengimbangi ketiga macan Kanisius dalam setiap permainan. Seperti tidak mau kalah. Semangat yang baik sekali! Kita tahu bahwa SMAK 7 Penabur lolos ke grand final kala itu dengan menjungkalkan SMA Kolese Kanisius dengan selisih poin yang sangat ketat. Tapi kali ini, mereka selalu tertinggal.

Sementara itu, Diah, Rifhal dan Andrian entah apa yang terjadi pada mereka. Penampilan ketiganya terutama pada permainan Kotak Katik cukup mengecewakan, padahal mereka lah tim dengan julukan Maestro Kotak Katik. Menurut saya, kesalahan yang dilakukan oleh Diah, Rifhal dan Andrian adalah salah trategi dalam memilih kotak. Ketiganya tak pernah mau memilih kotak dengan arah menyilang. Padahal dengan menyilang, langkah mereka untuk membuat garis akan lebih leluasa, seperti yang dilakukan oleh tim Kanisius. Area yang dihasilkan dari memilih kotak secara lurus ke atas-bawah atau ke samping kiri-kanan akan mudah sekali diblok oleh kotak yang dipilih dengan arah menyilang.

Alhasil, pada akhir ronde pertama SMA Kolese Kanisius memimpin perolehan poin di ronde pertama dengan selisih cukup signifikan meninggalkan dua pesaingnya. Sementara SMAK 7 Penabur Jakarta menempati posisi kedua disusul SMAN 4 Bandung dengan selisih poin yang tipis sekali.

  • Tim A: SMAK 7 Penabur Jakarta = 345 poin
  • Tim B: SMAN 4 Bandung = 325 poin
  • Tim C: SMA Kolose Kanisius Jakarta = 460 poin

Round 2

Ketiga tim tampil tak begitu prima pada awal ronde kedua. Setelah melewati beberapa permainan, barulah kekuatan masing-masing tim kembali terlihat.

Mulanya, SMAK 7 Penabur Jakarta memimpin perolehan poin. Agnes, Timothy dan Jennifer mengawali ronde kedua dengan sangat tenang. Tetapi, saat memory games, rupanya keadaan berbalik. Tim A yang diwakili oleh Timothy mendapat giliran pertama untuk menyelesaikan memory games. Timothy berhasil mengingat 9 dari 15 gambar. Lalu giliran Andrian sebagai wakil Tim B. Andrian tampil lebih baik dari Timothy dan berhasil mengingat 13 gambar. Tim B bersorak. Tapi, kemudian Widi yang mewakili Tim C mematahkan capaian Andrian dengan mengingat seluruh gambar. Nilai sempurna! Auman macan Kanisius Kolese Kanisius memecah ruangan.

Selepas menjawab pertanyaan ekonomi dari Pak Wiji yang nilainya tak langsung diumumkan, permainan selanjutnya adalah Kotak Katik. Di permainan yang paling menentukan ini, saya sebagai penonton berharap Agnes, Timothy dan Jennifer serta Diah, Rifhal dan Andrian bisa tampil habis-habisan untuk mengejar ketertinggalan poin mereka dari tim Kanisius. Jangan sampai tim Kanisius panen poin lagi seperti pada ronde pertama. Dengan begitu kalaupun mereka harus kalah dari Kanisius, mereka tidak kalah dengan mudah.

Tapi rupanya ketiga tim bermain susah payah. Terutama tim Kanisius, baik Widi, Bimo maupun Leo seperti kehilangan fokus. Sementara itu, tim Penabur dan punggawa-punggawa dari Pasundan yang terlihat terus berdoa sepanjang permainan bermain sedikit lebih baik. Durasi permainan Kotak Katik terus berjalan. Tapi, ketiga macan Kanisius tak juga bangkit. Entah apa yang terjadi pada mereka.

Pada detik-detik terakhir SMAN 4 Bandung berhasil menikung dengan membuat sebuah garis dan membuat poin mereka melesat jauh. SMAK 7 Penabur di 8 detik terakhir sebetulnya berpeluang membuat sebuah garis juga. Andaikan Jennifer menjawab satu soal terakhir dengan benar, maka tim Penabur lah yang akan berbalik unggul. Tapi, jawaban Jennifer salah dan waktu permainan Kotak Katik habis.

SMAN 4 Bandung berhasil meraup 120 poin dari permainan Kotak Katik. SMAK 7 Penabur Jakarta meraih 45 poin. Sementara SMA Kolose Kanisius mendapatkan poin -5.

Ronde kedua pun selesai. Kak Nirina mengumumkan akumulasi poin dari kedua ronde untuk masing-masing tim. Dan hasil akhirnya adalah:

  • Tim A: SMAK 7 Penabur Jakarta = 571 poin
  • Tim B: SMAN 4 Bandung = 637 poin
  • Tim C: SMA Kolose Kanisius Jakarta = 577 poin

Dengan demikian sang juara dari OIC Season 2 ini adalah SMAN 4 Bandung.

=====================================================

Well, btw kenapa saya nulis beginian ya?
Watching this is just like a flash back to some junior-senior high school memories 😀

 

 

 

Guru Inn

Belakangan ini saya suka ngulang-ngulang nonton A Crazy Little Thing Called Love, khususnya di bagian yang ada Guru Inn nya (diperankan oleh Sudarat Budtporm). Aktingnya amat sangat menghibur penonton. Selalu ada yang lucu dari setiap yang dia perankan di film ini. Saya jadi pengen nyeritain semua kelucuan dia. Tapi, gimana yaa.. kelucuan dia tuh melekat dengan berbagai macam kejelekan. Ntar jadinya malah terkesan semacam penghinaan atau bullying. Tapi, nggak bermaksud menghina kok. Karena hal-hal yang lucu biasanya (atau apa selalu?) emang satu paket sama sesuatu yang bully-able. Malah, orang-orang kayak dia tuh menurut saya emang perlu ada supaya hidup bisa ceria.

Udah ngetik beberapa paragraf buat nyeritain kelucuan-kelucuan Guru Inn, tapi saya hapus. Terlalu banyak kelucuan dari diri seorang Guru Inn sampe saya bingung nulisnya.  Tapi, yang jelas si Guru Inn emang amat sangat lucu, menghibur dan cukup menginspirasi. Mayan…

A Little Thing Called Love.mkv_snapshot_00.07.06_[2015.02.08_05.17.09]-tile

 

What Is Love

Saya sedang melihat-lihat isi beranda facebook saya. Scroll saya berhenti di salah satu status teman saya  “it makes me cry“, kemudian dibawahnya  ada sebuah video. Penasaran lalu saya coba buka link video tersebut dan saya coba menontonnya. Tidak panjang, durasinya hanya 2:53 saja, tapi saya pun juga dibuat menangis olehnya.

Tau itu video apa? Yap, video itu adalah  video Azka, Deddy Corbuzier dan Magdalena di Hitam Putih episode 6 Januari 2013. Video yang menunjukkan bagaimana dekatnya Deddy dengan anaknya, Azka. Dalam video itu Azka ditanya oleh papanya, dimana menurut saya pertanyaan itu lebih seperti sebuah ancaman menakutkan bagi seorang anak kecil. Kurang lebih seperti ini :

Continue reading