Garuda Indonesia (Bagian 2)

Postingan ini berisi semacam ringkasan mengenai Garuda Indonesia yang saya coba pahami dari Wikipedia. Menjadi pengingat dan pembantu bagi saya kalau-kalau saya lupa. Sebab mengartikan bahasa Inggris itu sama sekali bukan hal mudah 😀

Bagian 2: Beginnings

  1. Pendahulu Garuda Indonesia yang paling awal sekali adalah KNILM, Royal Dutch Indies Airways, yang didirikan pada 1928 saat masa penjajahan Belanda.
  2. Pada tahun 1947, KNILM dibubarkan. Seluruh asetnya dialihkan ke anak perusahaan KLM (maskapai flag carrier Belanda) yang baru, yaitu KLM Interinsulair Bedrijf yang dinasionalisasi pada tahun 1949.
  3. Dalam bentuk institusi saat ini, Garuda Indonesia bermula pada saat perang kemerdekaaan Indonesia melawan Belanda pada akhir 1940-an, yaitu saat Garuda menerbangkan angkutan khusus dengan pesawat Douglas DC-3, dimana pesawat ini merupakan pesawat pertama dan dikenal sebagai Seulawah, merupakan sumbangan rakyat Aceh senilai 120.000 dolar Malaya.
  4. Penerbangan komersil pertama adalah penerbangan dari Calcuta menuju Rangoon, pada tanggal 26 Januari 1949, menggunakan pesawat DC-3 Dakota bertuliskan “RI 001” pada ekor pesawat dan “Indonesian Airways” pada badan pesawat. Penerbangan ini kemudian diakui sebagai tanggal berdirinya Garuda Indonesia.
  5. Pesawat DC-3 kedua mulai melayani penerbangan pertamanya pada 28 Desember 1949, membawa Presiden Soekarno dari Jakarta menuju Yogyakarta, dibawah nama “Garuda Indonesian Airways”.
  6. Pada awal hingga pertengahan 1950-an, Garuda Indonesia mengoperasikan 38 armada: meliputi 22 armada DC-3, 8 armada Catalina seaplanes, dan 8 armada Convair 240.
  7. Pada tahun 1956, Garuda Indonesia melakukan penerbangan pertamanya ke Mekkah dengan armada Convair dengan membawa 40 jamaah haji Indonesia.
  8. Armada yang dimiliki Garuda Indonesia terus tumbuh selama tahun 1960-an, dimana pada saat itu Garuda Indonesia juga sedang meluaskan ekspansinya.
  9. Pada tahun 1961, Garuda Indonesia punya 3 armada Lockheed L-188 Electras, yang menggantikan armada Convair CV-240.
  10. Pada tahun 1963, Garuda Indonesia memiliki pesawat jet pertamanya, yaitu Convair 990 Coronado, yang memungkinkan Garuda meluncurkan penerbangannya ke Hongkong.
  11. Pada tahun 1965, Garuda Indonesia memesan pesawat Douglas DC-8. Penerbangan Garuda Indonesia tumbuh di pasar Asia, hingga kemudian mulai melayani penerbangan terjadwal ke Amsterdam dan Frankfurt via Colombo, Bombay dan Prague.
  12. Roma dan Paris menjadi destinasi Eropa ketiga dan keempat, dengan penerbangan singgah di Bombay dan Cairo untuk mengisi bahan bakar.
  13. Penerbangan ke Tiongkok juga dimulai pada tahun yang sama, dengan layanan penerbangan ke Canton via Phnom Penh.
Advertisements

Garuda Indonesia (Bagian 1)

Posting-an kali ini berisi semacam ringkasan mengenai Garuda Indonesia yang saya coba pahami dari Wikipedia. Menjadi pengingat dan pembantu bagi saya kalau-kalau saya lupa. Sebab mengartikan bahasa Inggris itu sama sekali bukan hal mudah 😀

Bagian 1

  1. Garuda Indonesia merupakan flag carrier negara Indonesia.
  2. Dinamai Garuda, diambil dari nama seekor burung suci dalam kepercayaan Hindu, yang juga merupakan lambang negara Indonesia.
  3. Headquarter atau markas utamanya berkedudukan di Soekarno-Hatta International Airport, Tangerang.
  4. Pada tanggal 11 Desember 2014, Garuda Indonesia dinobatkan sebagai maskapai bintang 5 oleh Skytrax.
  5. Garuda Indonesia pada awalnya didirikan pada tahun 1949 sebagai KLM Interinsulair Bedrijf, dimana saat ini merupakan salah satu maskapai terbaik dunia dan merupakan anggota ke-20 dari Skyteam.
  6. Pada puncaknya pada akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Garuda mengoperasikan penerbangan berjaringan ekstensif ke seluruh dunia, yang melayani penerbangan reguler terjadwal ke Los Angeles, Paris, Roma dan kota-kota lainnya di Eropa dan Asia.
  7. Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Garuda dihantam serangkaian kesulitan finansial dan operasional, termasuk kasus pembunuhan seorang aktivis hak asasi manusia, dimana hal ini secara drastis mengakibatkan pemangkasan layanan penerbangan ke berbagai destinasi.
  8. Pada tahun 2009, Garuda menjalankan sebuah program rencana modernisasi lima tahun yang dikenal sebagai Quantum Leap, dengan tujuan untuk memperbaiki citra maskapai Garuda Indonesia, memperbaharui logo dan seragam awak kabin, membeli armada pesawat yang lebih baru dan lebih modern, memperbaiki pelayanan dan fasilitas, juga memperbaharui fokus international market.
  9. Program ini mengantarkan Garuda Indonesia meraih award bergengsi, yakni Most Improved Airline dan World’s Best Cabin Crew.

Seribu Wajah Ayah

Untuk dirimu yang entah kenapa makan pun masih suka disuapi Ibu, tapi begitu kaku saat bersama Ayah. Setiap kali kau pulang ke rumah saat libur sekolah, rasanya seluruh tegur sapamu dengan Ayah bisa dibuat menjadi semacam daftar to-do-list harianmu:

  1. Tepat saat kau baru saja tiba di rumah, setelah Ibumu menyambut kedatanganmu dengan sesimpul senyum, peluk dan tentu saja ciuman dipipimu, kau akan mencari Ayah, meraih tangannya lalu meletakkan punggung tangannya ke keningmu.
  2. Keesokan paginya, ia akan memintamu untuk mengantar adikmu ke simpang, tempat adikmu menunggu oplet yang akan mengantarnya ke sekolah. Kemudian ini akan menjadi rutinitas pagimu sampai kau pulang lagi ke kota.
  3. Lalu beberapa hari kemudian saat kau sarapan bersama Ibumu, dan kadang-kadang juga Ayahmu, di emperan belakang ia akan menanyakan berapa lagi uang yang masih tersisa di dalam ATM-mu.
  4. Dan ketika kau akan pulang ia akan memberikan uang untukmu, sambil berpesan agar selalu hati-hati menggunakannya sebab pokok sawit di ladang belakang rumah sedang tidak bagus produksinya, dan tentu saja hal yang tak pernah lupa dia ingatkan: agar selalu membaca-baca shalawat selama di perjalanan.

Empat hal saja. Tak kurang.

Itulah kenapa kau membeli novel ini. Itu pula alasan kenapa kau mendahulukan untuk membacanya dibanding dua novel lainnya.

Kau harus berterima kasih kepada penulis novel ini.

Lewat novel ini kau diingatkan kembali akan cinta seorang Ayah kepada anaknya. Meski tak sama dengan yang diceritakan oleh penulis, tapi kau yakin Ayahmu punya caranya sendiri. Meski dengan cara yang berbeda, tapi kau yakin Ayahmu juga sama sejatinya sebagai seorang pecinta: Ayahmu punya kemantapan hati dan kemampuan. Bukan perayu atau pembual dan bukan peragu.

Lewat novel ini kau diingatkan pula tentang makna hidup, cinta dan hakikat penciptaan manusia. Persis seperti yang Ayahmu bilang dalam teleponnya saat sesekali Ia rasa sudah waktunya untuk menasehatimu.

Selepas ini, kau harus berjanji. Kau akan mengingat-ingat semua perhatian yang seringkali tak ditampakkannya. Bait-bait doa yang tak pernah putus mengalir untukmu, begitu Ibumu selalu bilang. Anti nyamuk yang tak lupa ia bakarkan di bawah tempat tidurmu. Mengecat dinding kamarmu begitu kau memberi kabar kau akan pulang. Menyelamatkan sepatu atau sandalmu ke bawah tempat tidur belakang, sebab kau sering kali lupa memasukkannya ke dalam rumah saat hari hujan atau saat malam datang. Bakal baju yang diam-diam ia jahitkan ke penjahit langganannya untukmu dengan warna serupa. Juga sepotong ikan yang dilarikannya ke piringmu dari sanginya sendiri saat dilihatnya tak ada lagi ikan di sangi sebelah.

Kau harus berjanji, tak akan lupa untuk selalu menghadirkannya dalam doa-doa setelah shalat khusyukmu. Kau akan memeluk nasehat-nasehatnya sebagai penuntun jalanmu. Kau akan belajar dan tumbuh dewasa memaknai hidup. Menjadi pecinta yang sama sejatinya seperti Ayahmu.

[Novel Review] Cerita Cinta Sehari

Laut. Sosok laki-laki sempurna. Ganteng, tinggi tegap, pintar, mandiri, sopan, tenang (just like his name). Center of attraction dimanapun berada. Paket komplit bernilai 100.

Plash. Gadis cantik, periang, modis, cerdas dan berprestasi. Udah pas banget lah sama si Laut itu.

Nah, mereka berdua udah pacaran selama 3 tahun.

20150726_221807

Suatu hari, dalam perjalanan menuju gedung pertunangan usai dari mengurus visa studi master nya ke Jerman, Plash kecelakaan. Akibat kecelakaan itu, Plash jadi amnesia total. Plash lupa semuanya. Jangankan untuk mengingat Laut, melakukan aktivitas sehari-hari aja Plash lupa bagaimana caranya. Plash jadi seperti anak kecil lagi. Segala sesuatunya harus diajarkan dari awal.

Plash berjuang  dalam hidupnya yang kini terasa serba asing. Laut selalu ada di samping Plash, tak pernah tega membiarkan kekasihnya menjalani kehidupan barunya seorang diri. Bukannya tak ada air mata, tapi Laut percaya akan mimpi cintanya. Bahwa suatu saat nanti, memori Plash akan pulih. Dan mereka bisa kembali melanjutkan hidup sabagai pendamping bagi satu sama lain. Hal itu yang membuat Laut tetap tegar.

Perlahan, waktu berjalan. Empat tahun Laut mendampingi Plash dengan kesetiaan yang tak terbantahkan. Plash berhasil bangkit dalam hidupnya yang baru. Tapi sayangnya, Plash terlahir menjadi pribadi baru yang mencintai kakak kandung Laut sendiri.

Laut hancur. Ia merasa kesetiaan dan pengorbanannya selama ini sia-sia. Besarnya rasa cinta kepada Plash membuat Laut dilema, apakah harus melepas cinta yang sudah 7 tahun ia pertahankan ataukah harus tetap bertahan mencintai tapi tak berbalas.

[Book Review] A to Z Bisnis Hulu Migas

Sekitar sebulan yang lalu saya membaca sebuah buku yang saya pinjam dari perpustakaan kampus. Judulnya adalah A to Z Bisnis Hulu Migas yang ditulis oleh A Rinto Pudyantoro. Sewaktu melihat buku ini di rak, saya tertarik untuk membacanya. Sepulang dari KP, waktu itu saya memang sedang antusias dengan informasi minyak dan gas. Buku ini belum sempat selesai saya baca, tapi saya ingin berbagi apa yang sudah saya baca.

  1. baru tau –> bisnis hulu migas adalah bisnis ketidakpastian: ketidakpastian menemukan cadangan, katanya.
  2. satu-satunya jalan u/ memastikan apakah di dlm tanah ada kandungan migasnya atau tdk adlh dgn cara pengeboran.
  3. data seismik dan kegiatan studi geologi jg geofisika diperlukan u/ mnntukan lokasi dan area pengeboran yg plg optimal.

Continue reading