Ulang

Saya mengulang semuanya dari awal. Menapaki jalan menjemput toga dengan langkah pertama untuk kedua kalinya.

Sebuah keputusan sulit saya ambil. Melepaskan penelitian yang saya tekuni sebelumnya. Penelitian yangย  saya ambil dengan begitu berani sebagai tugas akhir saya. Penelitian yang akan sangat luar biasa sekali jika saja saya bisa menyelesaikannya. Tapi berani saja rupanya tidak cukup. Saya lupa menimbang-nimbang kemampuan dan waktu yang saya punya. Terpana hanya karena penelitian itu terlihat begitu keren. Terlalu berani mengambilnya. Terlalu yakin bisa menyelesaikannya.

Hingga kemudian waktu yang menjawab. Pelan-pelan saya tersadar, penelitian itu saya tak mungkin bisa menyelesaikannya. Kesalahan fatal yang baru saya ketahui setelah separo jalan. Saya bukannya langsung menyerah. Saya bertahan dengan segala yang saya bisa. Hingga akhirnya saya mengaku kalah.

Kemarin siang saya baru saja merampungkan revisi pasca seminar proposal penelitian yang baru. Untuk kedua kalinya saya merasakan betapa leganya hati saya setelah berlelah-lelah berjuang selama dua minggu. Revisi seminar proposal saya memang tak pernah mudah. Tapi melihat dosen penguji membubuhkan tandatangannya di semua poin revisi saya, semua kelelahan saya terbayar. Berganti menjadi semangat baru untuk menyegerakan tahapan berikutnya.

Pada akhir tulisan ini saya ingin berterimakasih. Pada orang-orang yang turut bersedih saat saya harus gagal wisuda tahun lalu. Yang membesarkan kecil hati saya saat itu. Mengelap mata saya yang basah. Pada orang-orang yang selalu menyemangati saya. Yang membantu saya untuk berdiri kembali. Pada orang-orang yang menumbuhkan lagi rasa percaya diri saya. Yang memilih tak kecewa dan tetap percaya pada saya. Menepuk-nepuk pundak saya. Pada orang-orang yang menemani saya berjuang kembali. Memberikan tangan untuk saya pegang, juga pelukan yang menguatkan. Hadir membersamai saya sehingga saya tak merasa sendirian.

Terimakasih banyak. ๐Ÿ™‚

Semangat bikin sistem!

Ramadhan 1437 H

Haloha para pembaca setia (emang ada? wkwk) blog paling yes seantero Indonesia! Apa kabar? It’s been a long time since my last post.

Jadi, besok insya Allah udah mulai puasa ramadhan. Ah, ada perasaan gimana yaa.. semacam suka cita. Ngelihat orang dimana-mana pada rame, bersiap menyambut bulan ramadhan. Ibu-ibu pada sibuk masak-masak segala macem. Bapak-bapak pada gotong royong bersihin jalan sama mesjid. Di sepanjang jalan banyak orang jual kembang api, lilin sama petasan. Pokoknya bikin semangat ๐Ÿ™‚

Yang saya sedih adalah bahwa ramadhan kali ini saya masih aja berkutat dengan Tugas Akhir. Padahal tahun lalu saya membayangkan kalau saya udah ada di suatu daerah dengan suatu babak kehidupan yang baru, kerja cari duit sendiri, improving my skills, learning many new things, terus pas lebaran pulang ke rumah dengan gagahnya. Ah tapi gapapa. Karena itu TA ini harus segera diselesaikan. Bismillah!

Terus yang sedih lagi adalah bahwa ramadhan kali ini tanpa si Dulce. Kita berlima jadi ngerasa gak lengkap. Buka puasa bareng akan kerasa beda. Nanti kalau Kojep jemput kita ke Rumbai udah gak tiga orang lagi yang nungguin, hanya akan ada saya dan Esme. Nanti pasti Cwaan juga bingung hape siapa yang mau dibajak. Rindu sama lu, Dul. -_-

Hidup memang gak melulu soal hal-hal yang membahagiakan… selalu ada hal-hal yang membuat kita sedih. Tapi harus tetap semangat.

Selamat menyambut bulan Ramadhan 1437 H. Ayo semangat banyakin beribadah. Training jadi orang baik geng selama sebulan. Hehe