Menyemangati Si Bomber

Pagi ini setelah mandi dan shalat shubuh yang telat sekitar 30 menit, aku ingin menyapa Si Bomber, yang hari ini akan menjalani Ujian Nasional hari kedua. Kutelepon ke nomornya, tak diangkat. Oh mungkin dia sedang sibuk di depan kaca, memasang jilbabnya. Kutelepon ke nomor mamak saja lah. Diangkat. Sebuah suara paling meneduhkan yang pernah ada terdengar dari ujung sana. Aku terlambat. Si Bomber ternyata sudah berangkat, diantar oleh ayah ke simpang. Padahal baru jam 6. Bukankah biasanya dia berangkat jam 6.15? Hmm..

Tapi mamak bilang dia membawa handphone-nya. Baiklah, akan kutelepon nanti kesana. Aku berbincang singkat dengan mamak. Pagi ini mamak rupanya punya telor ceplok dan indomie rendam. Sesederhana itu sarapan disana pagi ini, tapi tetap saja bikin rindu, bikin perut jadi lapar seketika. Tapi mamak belum sarapan, katanya masih menonton acara Islam Itu Indah. Ah, masih saja.. seperti beberapa tahun lalu saat aku turut menemaninya menonton tausiah Ustad Maulana yang lucu itu. Tapi, sepertinya juga karena masih menunggu Ayah untuk sarapan bersama. Karena aku menelepon tanpa membuat paket terlebih dahulu, kuakhiri telepon dengan cepat. Mamak menyempatkan menanyakan kabarku sebelum telepon kututup. Tak pernah lupa.

Aku mencoba menelepon Si Bomber lagi. Tetap tak diangkat. Tapi ada sebuah sms masuk darinya. Sebuah tanya ada apa, dan meminta doa untuk kesuksesan ujian hari ini. Oh jadi mungkin dia sudah di oplet dan malu atau segan untuk sekedar mengangkat telepon. Hahaha. Baiklah, niat menyemangati lewat suara langsung tak tersampaikan, kalau begitu sms aja. Aku mulai mengetik di keyboard handphone-ku. Kubilang tentu saja aku pasti berdoa untuknya, aku menyemangatinya bahwa dia bisa melewati ujian dengan baik, kemudian berpesan padanya agar jangan lupa senyum dan jangan lupa berdoa.

Usai mengirimkan sms itu, aku ke balkon depan kos ku. Sayang sekali sudah bangun pagi kalau tidak melihat langit pagi ini, apalagi dalam cuaca dingin basah sehabis hujan semalaman. Sekawanan semburat jingga menggantung cantik di langit timur sana. Kuambil handphone-ku yang kutinggal di tempat tidur sehabis sms tadi. Ini tak boleh dilewatkan. Dan… tadaaa..

IMG_20160405_061719

Ohayo! Selamat pagi dari Rumbai yang pagi ini basah, teduh dan segar sekali. Terimakasih, hujan yang sepertinya turun semalaman. Terimakasih, langit dengan semburat jingga mu pagi ini. Subhanallah.

Oke, ayo kita nyuci baju!

Advertisements

Beli kedondong uang receh, komen dong biar kece.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s