Pesanmu Pagi Ini

Pada pagi yang hampir siang ini, wajah langit redup. Iring-iringan awan yang mengabu. Hembusan angin menyapu apa-apa yang dilewatinya, termasuk wajahku. Di warung es tebu tepi jalan ini aku duduk. Sendiri selepas rekan kerjaku beranjak lalu. Dingin. Hening.

Gerimis yang kemudian turun menyadarkan lamunanku. Kubalap motorku menuju kosku.

Adalah adikmu yang mengirimkan sebuah pesan pagi ini. Sebuah permintaan tolong, begitu ia menyebutnya. Untuk menghapus beberapa fotomu dari instagramku. Katanya itu pesanmu, yang tak sengaja kau sampaikan padanya. Tentu saja kuiyakan. Sedikit berat sebenarnya bagiku. Tapi kalau itu memberatkanmu pula di dunia barumu, aku tak boleh egois lagi kan seperti dulu?

Hari ini menjadi hari yang ke-23 kau pergi. Kataku di hari kepergianmu, aku tak akan pernah melupakanmu. Kutafsirkan bahwa pesan adikmu pagi ini mungkin adalah caramu mengingatkanku dari sana. Bahwa belakangan ini aku mulai mengingkari kata-kataku. Maafkan aku. Akan kurapal lagi doa-doa untukmu, akan kubacakan yasin untukmu seusai shalat fardhuku.

Maaf.

Advertisements

Beli kedondong uang receh, komen dong biar kece.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s