Isi Kepala

Hari ini kamar kos saya panas banget tolong. Ga ngerti kenapa kayaknya cuma kamar saya aja yang panasnya luar biasa. Heran. Pokoknya kalo di dalem kamar berasa mendidih. Badan basah, lengket, jadi gerah. Saya jadi ga betah mau ngapa-ngapain di kamar. Sepertinya harus beli kipas (lagi), tapi mikir berkali-kali takut rusak mulu kaya kemaren-kemaren.

Sekarang ini saya lagi di sebuah warung makan. Menunggu pesenan ayam bakar saya. Juga menunggu Siti yang katanya mau minum milk choco caramel yang dari tadi ditungguin di kos tapi gak dateng-dateng.

Ada banyak hal yang lagi sliweran di kepala saya. Tentang diri yang masih belum bisa memulai TA lagi. Masih saja merutuki kesedihan. Tentang orang tua yang menaruh harapan besar. Tetap menunggu dalam kesabaran. Tak pernah sekalipun mendengungkan ketergesaan.

Saya dikejutkan oleh sebuah tepukan di pundak dari arah belakang. Siti sudah datang.

Advertisements

Beli kedondong uang receh, komen dong biar kece.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s