Kenichi

Halo. Perkenalkan, aku punya teman baru. Namanya Kenichi. Aku memberinya nama Kenichi karena terinspirasi sebuah film kartun, yaitu Ninja Hatori.

Kenichi adalah seekor sebuah boneka kelinci. Seorang teman memberikannya pada ku sebagai hadiah ulang tahun. Sebenarnya aku yang meminta sewaktu kami jalan-jalan di sebuah mall di bagian penjualan boneka.Katanya aku boleh pilih apa saja, asalkan harganya tidak mahal. Haha.

Kenichi. Nama yang lucu, kan? Cocok sekali dengannya. Coba lihat!

20150823_075746-1

Lihat matanya, bulat dan besar. Lihat telinganya yang panjang, yang satu berdiri sempurna, yang satu lagi seperti tangkup ke depan. Moncongnya juga lucu. Lalu warna nya: putih dan abu-abu. Kombinasi warna yang benar-benar serasi, meninggalkan kesan lembut dan bersih. Ditambah lagi pose-nya itu, yang membuat dirinya semakin menggemaskan. Ah, Kenichi ^_^

20150823_075655-1

Ekor pendek di bokongnya juga lucu.

20150823_075342-1

Ah iya, satu lagi: perutnya. Aku suka sekali memijit-mijit perutnya. Sangat lembut. Entah apa isinya. Bayangkan saja seperti berjalan di pasir putih di pantai. Seperti itu lembutnya.

Kenichi, aku senang ada dirimu. Mulai sekarang aku tidak akan sendirian lagi kalau di kamar. Kita berteman baik yaa.

Let’s be true friend, buddy!

Advertisements

Jangan Lupa

20150819_175049Sempitnya waktu yang kau punya, sulitnya tugas yang harus kau selesaikan, ditambah lagi tak tau kemana harus berbagi beban …
Jangan lupa untuk bahagia.

Bermiliar orang di dunia ini, pasti bukan cuma kau saja yang sedang merasa seperti itu … bahkan mungkin ada yang lebih susah.
Jangan lupa untuk bersyukur.

Ayolah, optimis!
Lanjutkan lagi perjuangan …
Kuasa Tuhan di atas segalanya.

Insya Allah

Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh

Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

But don’t despair and never lose hope
’Cause Allah is always by your side

Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
Hanya engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalanmu selamanya

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

~ Maher Zain Feat Fadly Padi ~

Sembilan Puluh

Hai hai hai, selamat pagi! Ketemu lagi dengan postingan terbaru.

Just to let you know, Rumbai pagi ini udara nya seger. Abis hujan alhamdulillah, #SaveRiau. Gua bisa merasakan nya bahkan meski belum beranjak dari tempat tidur.

Pagi ini mau nulis tentang something related to childhood.

Seluruh kota merupakan tempat bermain gembira …
——————————————————————

Orang pun datang dan akan kembali …
————————————————–

Mendaki gunung lewati lembah …
——————————————

Hal yang menyenangkan hati banyak sekali…

Pada tau kan? Kalo para pembaca setia yang baik hati dan ganteng dan cantik anak 90-an pasti tau.

Yes, pagi ini gua wara-wiri di Youtube nyari lagu-lagu masa kecil dulu. Inget gak dulu kalo hari minggu suka nonton kartun full dari jam 6 pagi sampe jam 12 siang? Sampe sekarang masih inget opening song nya. Ah kangen nya…! Sekarang entah kemana perginya film-film kartun nan membahagiakan itu. Tergantikan oleh tayangan-tayangan yang serba ‘apa sih!’.

Oh iya, tadi pas yutupan juga ada nemu beberapa cover. Ada Ananda Apriliani dengan slow cover Chibi Maruko-chan nya. Suaranya enak. Lembut pula. Pas lah sama orangnya yang cantik. Ada juga Meftha, Dewo dan Silky a.k.a MDS. Lagu yang sama tapi dibawain dengan versi gokil. Jadi seru dan lucu. Haha. Makasih lah buat kalian berempat. Much appreciated! Very recommended buat para pembaca untuk lihat dan denger cover nya mereka.

Oke, sekian dulu postingan kali ini. Salam kangen anak 90-an 😀

Seluruh Kota

Mau mandi lepas celana
Kemaren sedih sekarang bahagia

Huuiiiy, efribadih.. Kali ini mau nulis bahagia.

Riau sih lagi diselimuti asap, tapi alhamdulillah TA gua udah gak diselimuti kesuraman lagi. Sekarang TA sudah ada ekstrak nya progress nya. Walopun masih sedikit, walopun pembimbing di kampus belum tau, tapi Pak Koko tadi cukup appreciate pas gua setoran progress. Senangnya… 🙂

Selesai dari kantor Pak Koko sore banget, sampe magrib. Maaf ya Pak kita jadi sering nyita waktu nya dan bikin pulang ke rumah jadi telat (nget). Mbak Ta juga lagi seneng, barusan dapet izin buat maju seminar dari Pak Koko. Sama2 seneng… dan sama2 laper.. jadinya cari makan. Ayam goreng sih, jadi oke gak perlu diceritain lebih lanjut.

Tiba-tiba Siti dan Nose dateng, makan di tempat yang sama. Kebahagiaan pun bertambah. Suasana jadi rame dan seru. Tapi akhirnya pada curhat tentang TA. Setali tiga uang. Sama-sama susah pikiran, capek fisik, keuangan, batin dan juga jiwa. Kebahagian pun menurun.

Singkat cerita kita semua selesai makan. Mbak Ta udah pulang duluan, Nose pulang sama Kakak nya. Gua dan Siti keliling-keliling. Biar aja ngabisin minyak motor si Nose tanpa izin. Kebiasaan kita di atas motor curhat ini itu. Acara kelililing-keliling itu pun akhirnya berakhir di sebuah Milk Bar pinggir jalan. Gak ngerti kenapa susu segelas bisa belasan ribu. Padahal yang hingga tetes terakhir bisa jadi belasan gelas susu paling cuma 8 ribu. (Maaf selalu complain soal harga hehe)

Ahhh… Betapa hari ini seperti lagu nya Shinchan : Oh senangnya, Aku senang sekali

metometometomepapachiarachiaraaha