Didekap Pagi

Aku masih di kasur, belum beranjak.
Selembar kain segi empat bermotif bunga masih sempurna menutup jendela.
Cahaya matahari belum juga datang.
Kamar tak kunjung terang. Perlahan makin gelap.
Sepertinya pagi muram, awan putih tebal.
Lalu hujan turun dengan lebatnya.

Rumbai, pagi ini.
Aku didekap pagi… yang malas.

Advertisements

Beli kedondong uang receh, komen dong biar kece.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s