Sendu

Pada waktunya semua dipergilirkan.

Sore ini seperti sebuah titik perhentian.
Titik perhentian?
Entah harus apa aku menyebutnya.
Yang jelas, seketika ku dilalap sepi. Sendiri.

Kau menang lagi, waktu!
Mengusirku dari tempat yang kau tawarkan sendiri untukku.

Tapi hidup harus terus berlanjut.
Ke depan!
Tentu saja.

Advertisements

Beli kedondong uang receh, komen dong biar kece.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s