Olimpiade Indonesia Cerdas (OIC) – Season 2

Selesai sudah gelaran OIC Season 2. Setelah MAN Insan Cendekia Serpong berjaya pada OIC Season 1, laga grand final tadi malam melahirkan juara baru dari tanah pasundan, SMAN 4 Bandung.

Putaran grand final OIC Season 2 mempertemukan tiga tim terkuat, yakni:

  • Tim A: SMAK 7 Penabur Jakarta (Agnes – Timothy – Jennifer)
  • Tim B: SMAN 4 Bandung (Diah – Rifhal – Andrian)
  • Tim C: SMA Kolese Kanisisus Jakarta (Widi – Bimo – Leo)

Ketiga tim harus bermain dalam dua ronde di putaran grand final ini. Tim dengan akumulasi perolehan poin tertinggi dari kedua ronde akan keluar sebagai pemenang.

Round 1

Pada ronde pertama, SMA Kolese Kanisius tampil begitu cemerlang. Terlihat sekali bagaimana Widi, Bimo dan Leo begitu padu membabat setiap soal yang dilontarkan kepada mereka. Rupanya melakoni babak play off telah mengembalikan kepercayaan diri mereka atau bahkan malah jauh lebih percaya diri.

SMAK 7 Penabur dengan punggawanya Agnes, Timothy dan Jennifer sebetulnya berusaha mengimbangi ketiga macan Kanisius dalam setiap permainan. Seperti tidak mau kalah. Semangat yang baik sekali! Kita tahu bahwa SMAK 7 Penabur lolos ke grand final kala itu dengan menjungkalkan SMA Kolese Kanisius dengan selisih poin yang sangat ketat. Tapi kali ini, mereka selalu tertinggal.

Sementara itu, Diah, Rifhal dan Andrian entah apa yang terjadi pada mereka. Penampilan ketiganya terutama pada permainan Kotak Katik cukup mengecewakan, padahal mereka lah tim dengan julukan Maestro Kotak Katik. Menurut saya, kesalahan yang dilakukan oleh Diah, Rifhal dan Andrian adalah salah trategi dalam memilih kotak. Ketiganya tak pernah mau memilih kotak dengan arah menyilang. Padahal dengan menyilang, langkah mereka untuk membuat garis akan lebih leluasa, seperti yang dilakukan oleh tim Kanisius. Area yang dihasilkan dari memilih kotak secara lurus ke atas-bawah atau ke samping kiri-kanan akan mudah sekali diblok oleh kotak yang dipilih dengan arah menyilang.

Alhasil, pada akhir ronde pertama SMA Kolese Kanisius memimpin perolehan poin di ronde pertama dengan selisih cukup signifikan meninggalkan dua pesaingnya. Sementara SMAK 7 Penabur Jakarta menempati posisi kedua disusul SMAN 4 Bandung dengan selisih poin yang tipis sekali.

  • Tim A: SMAK 7 Penabur Jakarta = 345 poin
  • Tim B: SMAN 4 Bandung = 325 poin
  • Tim C: SMA Kolose Kanisius Jakarta = 460 poin

Round 2

Ketiga tim tampil tak begitu prima pada awal ronde kedua. Setelah melewati beberapa permainan, barulah kekuatan masing-masing tim kembali terlihat.

Mulanya, SMAK 7 Penabur Jakarta memimpin perolehan poin. Agnes, Timothy dan Jennifer mengawali ronde kedua dengan sangat tenang. Tetapi, saat memory games, rupanya keadaan berbalik. Tim A yang diwakili oleh Timothy mendapat giliran pertama untuk menyelesaikan memory games. Timothy berhasil mengingat 9 dari 15 gambar. Lalu giliran Andrian sebagai wakil Tim B. Andrian tampil lebih baik dari Timothy dan berhasil mengingat 13 gambar. Tim B bersorak. Tapi, kemudian Widi yang mewakili Tim C mematahkan capaian Andrian dengan mengingat seluruh gambar. Nilai sempurna! Auman macan Kanisius Kolese Kanisius memecah ruangan.

Selepas menjawab pertanyaan ekonomi dari Pak Wiji yang nilainya tak langsung diumumkan, permainan selanjutnya adalah Kotak Katik. Di permainan yang paling menentukan ini, saya sebagai penonton berharap Agnes, Timothy dan Jennifer serta Diah, Rifhal dan Andrian bisa tampil habis-habisan untuk mengejar ketertinggalan poin mereka dari tim Kanisius. Jangan sampai tim Kanisius panen poin lagi seperti pada ronde pertama. Dengan begitu kalaupun mereka harus kalah dari Kanisius, mereka tidak kalah dengan mudah.

Tapi rupanya ketiga tim bermain susah payah. Terutama tim Kanisius, baik Widi, Bimo maupun Leo seperti kehilangan fokus. Sementara itu, tim Penabur dan punggawa-punggawa dari Pasundan yang terlihat terus berdoa sepanjang permainan bermain sedikit lebih baik. Durasi permainan Kotak Katik terus berjalan. Tapi, ketiga macan Kanisius tak juga bangkit. Entah apa yang terjadi pada mereka.

Pada detik-detik terakhir SMAN 4 Bandung berhasil menikung dengan membuat sebuah garis dan membuat poin mereka melesat jauh. SMAK 7 Penabur di 8 detik terakhir sebetulnya berpeluang membuat sebuah garis juga. Andaikan Jennifer menjawab satu soal terakhir dengan benar, maka tim Penabur lah yang akan berbalik unggul. Tapi, jawaban Jennifer salah dan waktu permainan Kotak Katik habis.

SMAN 4 Bandung berhasil meraup 120 poin dari permainan Kotak Katik. SMAK 7 Penabur Jakarta meraih 45 poin. Sementara SMA Kolose Kanisius mendapatkan poin -5.

Ronde kedua pun selesai. Kak Nirina mengumumkan akumulasi poin dari kedua ronde untuk masing-masing tim. Dan hasil akhirnya adalah:

  • Tim A: SMAK 7 Penabur Jakarta = 571 poin
  • Tim B: SMAN 4 Bandung = 637 poin
  • Tim C: SMA Kolose Kanisius Jakarta = 577 poin

Dengan demikian sang juara dari OIC Season 2 ini adalah SMAN 4 Bandung.

=====================================================

Well, btw kenapa saya nulis beginian ya?
Watching this is just like a flash back to some junior-senior high school memories 😀

 

 

 

When A Man Hurts A Woman

Hari ini secara gak sengaja saya udah melukai hati seorang cewek. Kejadiannya adalah …

Pepustakaan Soeman H.S., kira-kira pukul 10.30 pagi. Saya dan 2 orang teman kelompok saya, Ujun dan Siti (keduanya cewek), tengah mengerjakan tugas mata kuliah Entrepreneurship. Tugasnya adalah merangkum materi yang disampaikan oleh narasumber pada Rabu lalu, Pak Wira.

Dari kita bertiga cuma saya yang membawa buku catatan, sementara dua teman saya lainnya lupa. Padahal catatan saya tergolong singkat. Sebenernya Siti membawa buku notes kecilnya, tapi ternyata catatan di notes itu bukan materi yang disampaikan Pak Wira. Sambil membaca buku catatan saya, kita bertiga juga mengingat-ingat materi yang tidak ada di catatan saya. Kita bertiga pun mulai terlibat dalam diskusi. Sementara itu saya berinisiatif untuk menuangkan hasil diskusi ke dalam tulisan.

Kita bertiga (sebenernya ada satu lagi) adalah teman yang  cukup dekat. Di kampus, ke kantin, makan di luaran, nge-mall, dan lain-lain hampir selalu sama-sama. Yah, biasa kalau beberapa orang teman dekat ngumpul bawaanya pasti cerita terus. Selalu ada cerita ini itu kayak gak ada habisnya. Begitu juga saat sedang diskusi tugas ini. Beberapa kali diskusi jadi terganggu karena di sela-sela diskusi Siti malah mengomentari hal-hal di luar topik diskusi. Karena bukan sekali dua kali saya pun secara spontan bereaksi.

Lu bisa diem jangan ajak ngomong yang lain-lain dulu gak?”, kata saya ke Siti.

Seketika Siti langsung diam.

Diskusi berlanjut. Tapi, beberapa saat kemudian suasana diskusi terasa aneh karena tak sedikitpun suara Siti terdengar. Siti beneran diam, sehening-heningnya. Saya tau, ini pasti karena reaksi saya tadi. Saya menatap Ujun, sembari bertanya kenapa Siti malah jadi gak bersuara sama sekali.

Saya pun minta maaf ke Siti. Saya mencoba menjelaskan bahwa saya sama sekali gak bermaksud meminta dia untuk diam seperti itu. Yang saya maksud adalah agar fokus pada topik diskusi, bukan malah membahas atau mengomentari yang lain-lain. Tapi jadinya malah… entahlah.

Setelah minta maaf, saya mencoba mengajak Siti untuk ikut diskusi lagi.

Jangan diam terus gitu… ayo ikut ngomong”, kata saya. Tapi, Siti tetap diam. Saya gak tau harus apa. Saya dan Ujun kemudian melanjutkan diskusi.

Singkat kata tugas pun selesai. Saya mainan hp, sekedar mengecek timeline di beberapa social media yang saya punya. Yap! Ada sebuah post di line dari Siti, tentang kejadian barusan dengan kata bernada rendah diri. Saya menghela dada.

Sore tadi, saya mengecek recent update di bbm. Lagi. Kali ini Siti meng-update display picture nya. Sebuah gambar yang membuat saya tambah merasa bersalah.

ChjBaQxDVBBifJW

Ah, betapa hati begitu mudahnya terluka. Apalagi hati wanita.

 

 

Masker Dewe

Sabtu pagi. Baru bangun tidur. Gelap. Saya ke depan, balkon tempat jemur baju. Lampu di rumah depan kos tak satu pun menyala. Ternyata listrik padam lagi.

Balik ke kamar. Tiba-tiba sakit perut. Saya ke kamar mandi. Terus cuci muka. Balik ke kamar lagi. Baju kotor udah bejibun, baru sadar. Ambil deterjen, ngerendem baju.

Gak tau mau ngapain sambil nungguin rendeman baju. Ngaca. Brewok di muka udah kayak hutan liar. Ah, kenapa harus punya brewok. Beberapa orang bangga akan brewoknya. Temen-temen saya malah ada yang nanya ke saya gimana biar brewok bisa tumbuh. Padahal ini brewok tumbuh begitu aja, tanpa diinginkan. Kenapa saya gak suka brewok? Karena saya kerepotan mencukurnya. Kulit saya juga gelap, brewok membuat saya terlihat lebih kucel.

Akhirnya saya cukuran. Pas lagi cukuran, timbul lah ide. Mumpung baru cukuran, kenapa gak bersih-bersih muka sekalian. Tuh di meja laptop masih ada timun sebiji. Yap! Masker timun. Meski gak punya blender, tapi ada parutan. Jadilah saya membuat masker timun parut.

Kembali ke Dunia Per-TA-an

Haloha. Heyho. Hola.
Udah sekian lama gak nulis. Pagi ini rasanya pengen deh nulis sesuatu. Tapi apa yaa?

Hmm.. matahari udah tinggi. Ya iya lah, orang udah jam 9. Tapi, saya masih belum mandi. Yah, namanya juga hari ini gak ada masuk kelas, jadi ya begitu. Tapi, padahal hari ini hari senin lho. What a huge different monday di semester 8 ini! Wuhuuu…

Btw, saya udah memutuskan untuk kembali ke dunia per-TA-an. Apa yang udah saya lakukan? Baru instalasi tools doang, SQL Server 2008 dan Visual Studio 2013. Meski cuma instalasi, tapi ga semudah yang saya bayangkan. Saya sampe butuh satu setengah hari baru rampung. Then after that, saya gak tau saya mau ngapain dengan tools itu. Saya linglung karena belum pernah mengerjakan project apapun yang berkaitan dengan Data Warehouse atau Business Intelligence. Harus segera sliweran di google cari tutorial!

Nanti sore. Ya, nanti sore mau ketemu Pak Koko. Setor progress. Padahal saya belum ngerjain apapun. Apalagi to do list yang beliau suruh. Pasrah aja mah kalau udah begini… Semua akan baik-baik saja, insya Allah.

Terus, apa lagi yaa?
Pokoknya semangat!! Harus sabar. Harus mau capek. Harus usaha. Jangan lupa doa.
Insya Allah Oktober tahun ini pake TOGA. Amin.