Andai Saja Malam Itu

Waktu itu malam sudah larut sekali. Kau panggil aku.
Nada suaramu menyiratkan kau seperti sedang ingin mengatakan sesuatu.
Tapi malah ku suruh kau untuk segera tidur.
Seketika kau diam, patuh. Kemudian dengan ringannya aku berlalu.
Maafkan aku… responku malah seperti membatasi jarak.
Seperti tak sudi kau mencoba membangun kedekatan antara kita.
Padahal sebenarnya aku ingin …
Maaf, Fin …

Advertisements

Beli kedondong uang receh, komen dong biar kece.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s