Aku mah Apa atuh

Tadi barusan ke swalayan isi ulang air galon, pas lagu yang diputerin lucu. Liriknya tuh … haha

Aku mah apa atuh
Cuma selingkuhan kamu

Sambil nungguin mbak kasirnya ngelayanin pembeli lain, saya senyum-senyum sendiri
Lucu deh lagunya, liriknya itu loh.

Sampe kosan buru-buru chat temen
Yang satu nyuruh liat mv-nya
Yang satu lagi malah  another point of view :

“Sedih banget sihh
Sedih sama yang nyiptain lagu”

Kalo dipikir-pikir iya juga

Kadang kepikiran kenapa sekarang banyak lagu-lagu yang liriknya kayak asal-asalan
Tapi terus malah nyanggah diri sendiri
Gapapa juga kan, asik kok didengerin
Lucu gitu

Btw, ini saya nulis sambil dengerin lagunya
Tadi download dulu sebelum nulis
Btw lagi, rada ragu mau nge-post ini
Selain karena isinya cuman begini, juga karena malu lihat jumlah post di bulan ini yang udah 18 posts.

AIS Project was Just Totally Completed!

I praise Allah for another blessing, that Accounting Information Systems (AIS) project was just totally completed. Mbak Ta as my projectmate saved me from this project, she was the one who coded for building the system.

I could remember how stressed we were, especially Mbak Ta, because of this project. Thinking of ERD that we must chang for many times because we didn’t know the concepts of accounting. I just felt very unhelpful during doing the project, couldn’t do anything while Mbak Ta was thinking much how to code the systems. I was there only for handling our project report. So sorry, mbak. 😦

Last wednesday, the day of project presentation, in front of supervisor and lecturer. We did it well in the beginning, all to show was just running smoothly. Suddenly, we got some errors and a bit panic. The systems didn’t run as it should be. We had tried it before the presentation. But, I guess some ghosts always existed during presentation, no matter how perfect you prepared. We asked the supervisor and the lecturer to run our another project had been backed up. But, they told us to continue instead of permit our request. The show must go on. We continued the rest of our presentation with a bit dissapointed till it ended up.

Before we exit the room, they reminded us to fix the errors and document our project in a video then upload it into YouTube.

Today, about an hour ago, we were just done for all. We fixed the errors, made the video and uploaded it. So happy that finally we finished this AIS project.

Mbak Ta, thank you very much. 🙂

 

Menghabiskan Sabtu Pagi

langit Rumbai pukul 6 pagi iniKuawali hari ini dengan mengabadikan pagi.
Sepagi ini, pukul 6, samakah standar pagi kita?
Kalaupun berbeda dan barang kali pagiku terlalu siang, yang jelas nadi kehidupan sudah berdenyut. Maka, tak ingin pagiku menjadi lebih siang lagi, ingin kuhabiskan sabtu pagi ini dengan to do list sederhana saja :

  1. Sarapan
  2. Rendam baju
  3. Bersihin kamar
  4. Nyuci baju
  5. Mandi
  6. Baca : Metode Pengujian dan Analisis

Selamat pagi! yang sudah tak terlalu pagi

(Tidak) Aktif di Organisasi

Sekarang jam 2:58 pagi. Saya terbangun. Seperti biasa, langung cari hape dan lihat-lihat update-an di social media. Bagi mahasiswa tingkat akhir seperti saya ini, segala berita tentang lowongan kerja yang didalamnya menerima mahasiswa tingkat akhir (sedang menyusun skripsi), pastinya menjadi sesuatu yang menarik perhatian. Teman saya posting tentang itu di salah satu grup yang saya ikuti. Saya pun tertarik membacanya.

Sebuah lowongan kerja untuk posisi Management Development Program (Assistant Manager) dari Bank Syariah Mandiri (BSM). Saya baca syarat-syaratnya. Semua saya punya, kecuali satu : Aktif di organisasi (Kampus / UKM / BEM / SENAT / Kemasyarakatan) diutamakan pengurus inti. Kemudian di barisan paling akhir, disertakan juga : Hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi yang akan kami proses ke tahap lebih lanjut. Bagian ini yang paling menyesakkan. Tak usah bicara soal proses seleksi, memposisikan diri sebagai calon kandidat saya bisa membayangkan langkah saya bahkan sudah dipangkas sebelum saya memasukkan berkas. Sedih.

Selama kuliah, jangankan organisasi kemasyarakatan, organisasi yang ada di kampus saja saya tak pernah aktif. Saya memang malas berorganisasi. Hari-hari kuliah saya jalani dengan datang ke kampus, belajar di kelas, ke kantin dan ngumpul bareng temen (yang itu-itu aja). Saya menikmati meski teramat sangat biasa dan tidak keren sama sekali. Sekarang, baru saya mengiyakan bahwa berorganisasi itu memang penting. Setidaknya untuk memenuhi kualifikasi di lowongan kerja.

Sedikit timbul penyesalan, saya akui. Berbagai kata andaikan, kalau saja dan sejenisnya pun tiba-tiba berdatangan di pikiran. Saya menertawakan diri sendiri. Dengan fakta kualifikasi saya yang menyedihkan ini, saya sempat memprotes kenapa perusahaan harus menyertakan syarat aktif berorganisasi di lowongan-lowongan kerja. Saya bahkan sempat membela diri dengan berkata bahwa orang yang tidak aktif berorganisasi belum tentu buruk dalam pekerjaannya. Sudah tidak memenuhi kualifikasi masih saja protes.

Pada akhirnya saya berujung pada suatu harapan. Saya jelas cemas tidak akan diterima kerja karena saya tidak aktif berorganisasi. Tapi saya percaya akan tetap ada lowongan-lowongan kerja yang tidak mencantumkan : Aktif di organisasi, dan terlebih lagi : Hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi yang akan kami proses ke tahap lebih lanjut. Saya percaya selalu ada tempat untuk setiap orang. Pun bukankah Tuhan punya kuasa mengatur rezeki masing-masing orang?