mbak pembungkus kado

Hai, Wah.. Selamat malam.

Sore itu saat sedang menunggu kado ku dibungkus oleh si mbak pembungkus kado. Aku baru saja membeli dua buah lunch box di swalayan terdekat. Kado dan lunch box? Sedikit terdengar lucu, bukan. Maksudku jika untuk diberikan kepada teman seusia kira-kira 21 tahun. Ya, memang. Aku pikir juga begitu. Tapi, bukan apa-apa. Sebenarnya ingin beli barang yang lebih pantas dan lebih keren. Apa daya budget tak sampai. Oh ya, jadi saat sedang menunggu kado ku dibungkus, tiba-tiba si mbak nyeletuk.

Si Mbak : “Buat anak nya ya, bang?”.
Aku : *APA?* “Ergh, bukan”. *sembarangan aja nih mbak nya*
Si Mbak : “Biasanya kalau begini hadiah ulang tahun buat anak kembar”. *jadi maksudnya?* *gubrak*

Ya ampun -_- begitu amat mikir nya. Ini kan hanya lunch box saja, kotak makan siang. Lantas ketika tiba-tiba ada seorang pria (baca: aku) yang menjadikan nya kado, apa serta merta harus seperti yang ada dalam pikiran nya itu? Sebegitu dewasa kah wajah ku ini di mata nya? Hiks. Atau sebegitu kebapakan kah pembawaan ku? Huaaaaa. Aduh, mbak pembungkus kado yang baik hati. Aku beri tahu ya, aku ini masih anak kuliah yang bahkan baru tingkat 3. Perasaan tampilan ku sore itu juga anak kampus banget. Apa yang salah, coba? *tears* Gak nyangka ya, ternyata sebegitu tua nya muka ku ini. Haduh. Ah, biarlah. Anggap saja dia sedang lupa memakai kaca mata nya.

Wah’s room.
10:48 PM

Advertisements

Beli kedondong uang receh, komen dong biar kece.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s