Setelah Enam Bulan di Malaysia (Part 1)

Hello, world! How is life? Hehe. Kita jumpa lagi.

Udah lumayan lama sejak terakhir kali posting, kurang lebih udah 4 bulan. Kemana aja selama ini? Okay, here we go. I’ll tell you.

Nggak, nggak kemana-mana kok. Cuma sedikit lebih sibuk aja sekarang. Alhamdulillah ya… ada kesibukan. Lol. Sebenernya pengen banget tetep sering posting. Ngerekam setiap cerita yang dialami. Tapi, pulang kerja udah capek banget. Sampai condo bawaannya udah pengen istirahat. Dan akhirnya begini: jarang nulis.

So, how is life?

Kerjaan? Alhamdulillah udah mulai bisa enjoy. Apakah pas lagi enak atau pas lagi gak enak, sekarang udah mulai bisa menikmati. Yes, you just need to enjoy whatever it is.

Mimpi? Haha. Mimpi yang mana satu? Oh, yang ini: 3S1M? Wkwk. Masih. Sampe sekarang masih bermimpi (dan terus mempersiapkan diri), semoga suatu hari nanti bisa kesampaian. Amin ya Allah. Dan satu lagi: sekarang pengen sekolah lagi. Pengen S2. Di luar negeri. Dulu pernah saya benamkan dalam-dalam saat masa-masa Tugas Akhir, which was a hard time for me. Tapi, sekarang dia muncul lagi. Saya bahkan sudah menyimpan 2 universitas, satu di Jepang dan satu lagi di Inggris. Someday, insya Allah.

Sosial? Saya selalu berdoa pada Allah agar saya selalu dikelilingi oleh orang-orang baik. Dan alhamdulilah, apakah itu di kantor, atau saat saya harus kerja on-site, apakah itu di condo, di pasar, dimana aja, saya merasa orang-orang yang berinteraksi dengan saya memperlakukan saya dengan baik. Jarang sekali saya mendapat perlakuan buruk. Tapi saya juga yakin, ini juga berkat doa Mamak dan Ayah. Atau boleh jadi berkat doa-doa yang lainnya.

Hobi baru! Yeah saya punya hobi baru. Sekarang saya suka masak. Hehe. Kenapa ya? Mungkin ini bakat yang diturunkan dari Mamak. Wkwk. Mungkin karena bawa bekal lunch sendiri terasa lebih seru, dan lebih hemat. Lol. Kayaknya karena si Koko juga sih. Haha. Iya lah kan, supaya bisa gantian kalo dia lagi males atau apa. Atau… mungkin juga biar bisa kayak para chef kece di TV. Hahaha. Kapan-kapan boleh tuh posting resep masakan sendiri. Resep masakan sendiri? Padahal kalo mau masak nelpon mamak dulu sambil pegang pena dan buku -_-

Apa lagi ya? Sekian dulu dah. Sampai jumpa di posting-an berikutnya.

Petaling Jaya, 13 Mei 2017

Aku Masih Ingin

Aku masih ingin membuka pagi  dan menutup malam bersamamu
Duduk di sampingmu
Menjawab pertanyaan-pertanyaanmu
Bercerita padamu
Melepaskan tawa denganmu

Aku masih ingin berada di dekatmu
Menghirup aroma badanmu
Mengamati setiap langkah kakimu
Menonton kau menghabiskan nasi dan lauk di piringmu

Semoga akan ada lagi waktu

Petaling Jaya, 05 Januari 2017

Garis

Entah titik mana
Yang membuat aku menarik garis
Tak putus.. menujumu
Setiap waktu

Dalam rapalan doa kusemogakan
Suatu ketika nanti garis ini akan sampai di tujuan
Saat aku dan kau menjadi kita
Kemudian aku tak perlu lagi mencuri waktu
Untuk bisa membersamaimu

Petaling Jaya, 22 Desember 2016

Dulce dan Hujan

Hi Dul, apa kabar disana?  Baik-baik aja kan?

Malam ini gua rindu lu, Dul. Kalau aja lu belum pergi, pasti sekarang kita sama-sama disini. Berangkat kerja bareng, makan siang bareng, pulang bareng.

Dul.. gua sendirian disini. Iya ada koko dan ada temen-temen yang lain juga. Tapi maksud gua, gua disini sebagai BC sendirian. Gua belajar hal-hal baru semuanya sendiri, dikasih tugas juga ngerjainnya sendiri. Kalo ada lu kan kayak waktu KP dulu gua ada temennya. Gua gak akan kesusahan sendiri. Ada yang bisa diajak diskusi kapan aja. Nanti Dul kalo temen-temen yang lain pada overtime di kantor, gua bakal sendiri pulangnya. Jalan kaki ke halte sendiri, nunggu bus sendiri. Dan gua ga ada temen ngobrol. Lu tau kan gua susah deket sama orang.

Btw Dul beberapa hari ini disini selalu hujan tiap kali pulang kerja. Gua bawaannya jadi tambah sedih. Gua membayangkan ya kalo kita pulang kerja bareng pasti seru wkwk. Tapi jangan ejekin gua orang India ya 😀

Hmm.. entahlah Dul. Pokoknya malem ini gua rindu -_- Datang kat mimpi malam ni boleh tak?

Baik-baik ya Dul disana. Gua juga akan baik-baik disini. I’ll do my best. Janji!

Petaling Jaya, 02 Desember 2016

Ulang

Saya mengulang semuanya dari awal. Menapaki jalan menjemput toga dengan langkah pertama untuk kedua kalinya.

Sebuah keputusan sulit saya ambil. Melepaskan penelitian yang saya tekuni sebelumnya. Penelitian yang  saya ambil dengan begitu berani sebagai tugas akhir saya. Penelitian yang akan sangat luar biasa sekali jika saja saya bisa menyelesaikannya. Tapi berani saja rupanya tidak cukup. Saya lupa menimbang-nimbang kemampuan dan waktu yang saya punya. Terpana hanya karena penelitian itu terlihat begitu keren. Terlalu berani mengambilnya. Terlalu yakin bisa menyelesaikannya.

Hingga kemudian waktu yang menjawab. Pelan-pelan saya tersadar, penelitian itu saya tak mungkin bisa menyelesaikannya. Kesalahan fatal yang baru saya ketahui setelah separo jalan. Saya bukannya langsung menyerah. Saya bertahan dengan segala yang saya bisa. Hingga akhirnya saya mengaku kalah.

Kemarin siang saya baru saja merampungkan revisi pasca seminar proposal penelitian yang baru. Untuk kedua kalinya saya merasakan betapa leganya hati saya setelah berlelah-lelah berjuang selama dua minggu. Revisi seminar proposal saya memang tak pernah mudah. Tapi melihat dosen penguji membubuhkan tandatangannya di semua poin revisi saya, semua kelelahan saya terbayar. Berganti menjadi semangat baru untuk menyegerakan tahapan berikutnya.

Pada akhir tulisan ini saya ingin berterimakasih. Pada orang-orang yang turut bersedih saat saya harus gagal wisuda tahun lalu. Yang membesarkan kecil hati saya saat itu. Mengelap mata saya yang basah. Pada orang-orang yang selalu menyemangati saya. Yang membantu saya untuk berdiri kembali. Pada orang-orang yang menumbuhkan lagi rasa percaya diri saya. Yang memilih tak kecewa dan tetap percaya pada saya. Menepuk-nepuk pundak saya. Pada orang-orang yang menemani saya berjuang kembali. Memberikan tangan untuk saya pegang, juga pelukan yang menguatkan. Hadir membersamai saya sehingga saya tak merasa sendirian.

Terimakasih banyak. 🙂

Semangat bikin sistem!